Sate Klatak
Sate Klatak adalah sate kambing muda yang menjadi menu wajib bila berkuliner di Yogyakarta. Makanan khas Yogyakarta yang terkenal berbeda ini memang berbeda dari sate yang lainnya. Sate ini ditusuk menggunakan tusuk yang terbuat dari jeruji sepeda. Selain itu, sate ini disajiakan dengan kuah gulai. Gulai kaya akan rempah-rempah, terkadang dimasak dengan tulang lembu, dan direbus memakai api kecil selama sekitar 30 menit.




Proses pembakaran sate ini hanya dibumbui dengan garam dan merica saja. Nama klatak sendiri berasal dari suara sate yang ketika dibakar bersuara «klatak-klatak».
Bakpia
Bakpia merupakan makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang. Rasa bakpia yang lumer memang tidak bisa dilupakan. Bakpia adalah oleh-oleh yang wajib jika berkunjung ke Jogja. Kini tersedia bakpia kering dan bakpia basah dengan berbagai isi yang berbeda seperti coklat, keju, durian dan lain-lain. Biasanya bakpia basah bisa bertahan hanya satu minggu dan bakpia kering bisa bertahan hingga satu bulan.




Istilah bakpia sendiri berasal dari dialek Hokkian yaitu dari kata «bak» yang berarti daging dan «pia» yang berarti kue, yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathuk (Pathok), Yogyakarta, sehingga dikenal dengan sebutan bakpian Pathuk. Mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, pada perkembangannya isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi coklat, keju, kumbu hijau dan kumbu hitam. Lezatnya dan khasnya rasa bakpia menjadikan kue ini menjadi salah satu favorit para wisatawan yang berkunjung ke Jogja.
